Penis Keluar Nanah, Inilah Beberapa Penyebabnya !

Apa Penyebab Penis Keluar Nanah ?

Kenapa penis keluar nanah ? Apa penyebab penis mengeluarkan nanah ? Keluar nanah pada penis, penyakit apakah itu ? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut kini muncul di fikiran anda. Jika anda tengah mengalami keluhan tersebut, mari simak apa penyebab penis mengeluarkan nanah, dan penyakit apa yang gejalanya berupa keluarnya nanah pada penis.

Penis Keluar Nanah, Inilah Beberapa Penyebabnya !

Ketika anda mendapati penis anda mengeluarkan nanah, maka bisa jadi kondisi tersebut merupakan indikasi adanya penyakit tertentu yang menyerang penis atau penyakit lainnya yang berkaitan dengan penis tersebut, seperti misalnya penyakit menular seksual. Kondisi tersebut harus anda waspadai dan segera ditangani dengan tepat, karena risikonya mungkin bisa lebih serius dari apa yang anda bayangkan.

Penis merupakan organ reproduksi pria yang menunjang keberlangsungan sistem reproduksi pria. Kesehatan penis menjadi hal penting bagi pria, karena kondisi penis tersebut akan berpengaruh pada sistem reproduksi pria, kemampuan ereksi, hingga ejakulasi saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, penting bagi pria untuk selalu waspada terhadap kondisi-kondisi bermasalah pada penis, seperti misalnya masalah penis keluar nanah. Kondisi tersebut menjadi salah satu keluhan yang sering kali dialami oleh para pria, dan kondisi tersebut mungkin menjadi indikasi adanya penyakit. Sehingga penanganan perlu segera dilakukan agar dampak buruk dari kondisi tersebut bisa dihindari dan kondisi tersebut bisa segera diatasi sebelum bertambah parah yang bisa mengganggu sistem reproduksi.

Ketika penis mengeluarkan cairan bening atau cairan berwarna keputihan ketika akan berhubungan seksual ataupun di pagi hari, maka itu adalah hal yang normal. Namun jika penis mengeluarkan nanah atau cairan berwarna putih kental, kuning dan hijau dengan disertai rasa sakit ketika buang air kecil, maka anda perlu mewaspadai kondisi tersebut, karena kemungkinan itu merupakan indikasi adanya penyakit.

Dalam dunia medis, cairan abnormal yang keluar dari penis selain sperma dan urin disebut penile discharge. Cairan abnormal tersebut bisa berupa nanah, darah, dan cairan abnormal lainnya yang disertai dengan rasa sakit, perih saat buang air kecil, hingga gatal di area penis. Beberapa kondisi kesehatan bisa menjadi penyebab kondisi tersebut, yaitu infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual seperti gonore atau kencing nanah, herpes, trikomoniasis, hingga klamidia. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh radang pada kepala penis atau balanitis, penyakit peyronie, abses, hingga kanker penis.

  • Gonore atau Kencing Nanah

Gonore merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini memang ditandai dengan gejala yang khas berupa keluarnya nanah pada alat kelamin, baik pria maupun wanita. Oleh karena itulah penyakit ini disebut juga dengan istilah kencing nanah. Gejalanya selain kondisi penis yang mengeluarkan nanah, penyakit gonore ini juga menimbulkan gejala lainnya, yaitu nyeri saat buang air kecil, serta bengkak di sekitar testis. Efek dari penyakit gonore ini juga dapat dialami oleh anggota tubuh yang lain, seperti tenggorokan, mata, dan juga rektum. Penyakit gonore juga dapat menyebabkan penderitanya tidak subur, baik pada pria maupun wanita.

  • Balanitis

Penis Keluar Nanah, Inilah Beberapa Penyebabnya ! – Balanitis adalah kondisi infeksi atau peradangan yang terjadi pada kepala penis. Penyebab infeksi ini bisa karena bakteri maupun jamur. Penyakit balanitis ini juga dipercaya berkaitan dengan tingkat kebersihan penis itu sendiri yang kurang baik. Pada kebanyakan kasus, penyakit balanitis ini lebih sering dialami oleh pria yang tidak disunat atau yang dalam istilah medis disebut sirkumsisi. Salah satu gejala balanitis memang berupa keluarnya nanah atau cairan abnormal lainnya pada penis. Selain itu, balanitis juga disertai gejala lainnya berupa nyeri, gatal, dan bengkak di sekitar penis.

  • Infeksi Klamidia

Klamidia merupakan infeksi menular seksual akibat hubungan seksual yang tidak aman. Penderita klamidia biasanya tidak merasakan gejala apa pun saat awal terkena infeksi. Namun setelah satu  sampai tiga minggu, barulah gejalanya mulai muncul, dan salah satu gejala infeksi klamidia adalah keluarnya nanah atau cairan abnormal lainnya pada penis, nyeri di salah satu testis, serta nyeri saat buang air kecil.

  • Nongonococcal Urethritis

Nongonococcal urethritis adalah infeksi uretra yang termasuk penyakit menular seksual. Kondisi ini dapat menyebabkan penile discharge serta gejala lainnya yang mirip dengan penyakit gonore, tapi cara penanganannya berbeda dengan penyakit gonore.

  • Kanker Penis

Kanker penis memang merupakan jenis kanker yang langka, namun penyakit ini tetap harus anda waspadai. Kanre ini terjadi pada kulit dan area penis. Gejala yang ditimbulkan kanker penis ini salah satunya adalah penis keluar nanah yang berbau busuk. Selain itu, gejala kanker penis lainnya adalah sakit penis yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama, ruam pada penis, perubahan warna kulit penis, penebalan kulit penis yang membuatnya sulit untuk ditarik kembali, serta perdarahan dari penis atau dari bawah kulit penis. (Baca Juga : Awas, Berikut Ini Adalah Gejala Awal Kanker Serviks !)

Itulah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab penis keluar nanah. Nah, jika anda mengalami gejala-gejala seperti penis keluar nanah, darah atau cairan abnormal lainnya, apalagi disertai dengan gejala lainnya seperti rasa sakit pada penis atau perih saat buang air kecil, maka sebaiknya segeralah periksakan kondisi tersebut ke dokter, untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan yang tepat.

Penis Keluar Nanah, Inilah Beberapa Penyebabnya ! – Jika anda membutuhkan penanganan yang aman secara alami, maka kami merekomendasikan anda ekstrak kulit manggis Ace Maxs, yang khasiat serta keampuhannya sudah terbukti. Selain itu, Ace Maxs juga sudah terdaftar di BPOM RI dan DEPKES RI, jadi tidak perlu diragukan lagi kualitasnnya.



Anda bisa PESAN OTOMATIS via WhatsApp dengan meng-klik gambar di atas !

Baca Juga :

Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya !

Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi

Gangguan Ereksi Pada Pria, Mari Cari Tahu Penyebabnya

 

Search Term: Penis Keluar Nanah, Penis Bernanah, Keluar Nanah Pada Penis, Penis Nyeri dan Bernanah, Penis Keluar Nanah dan Terasa Sakit

Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya !

Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya !

Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya !

Anda mendapati penis membengkak? Di bagian manakah penis anda membengkak? Jika di bagian kepala penis anda yang membengkak, maka kemungkinan anda menderita penyakit balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis. Mari kita simak pembahasan lebih lengkapnya berikut ini !

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Balanitis merupakan salah satu penyakit yang memang kerap kali dialami oleh pria. Namun penyakit balanitis ini biasanya terjadi pada pria yang tidak disunat. Meski bukan penyakit yang serius, kondisi ini tetap tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena bisa menimbulkan rasa sakit yang mengganggu bahkan bisa menyakitkan.

Penyakit balanitis sendiri adalah penyakit berupa peradangan yang terjadi pada area kulup maupun sekitar kepala penis. Selain ditandai dengan gejala berupa penis yang membengkak, balanitis juga ditandai dengan gejala penis memerah, keluar cairan, bagian kulup sulit digerakkan, serta gatal dan nyeri pada penis.

Penyakit balanitis bisa terjadi pada siapa saja, baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. Hanya saja seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pada pria dewasa biasanya terkena balanitis bagi yang tidak disunat. Sekitar 1 dari 20 pria mengalami masalah balanitis ini.

Penyebab Balanitis

Bagian kulup atau kepala penis merupakan bagian yang paling mudah kotor. Bagian kepala penis ini juga mudah lembap, sehingga area tersebut menjadi tempat yang rawan dihinggapi bakteri-bakteri dan jamur, yang memungkinkan terjadinya infeksi. Infeksi yang terjadi pada kepala penis tersebut mengakibatkan kulit kepala penis mengalami peradangan. Hal itulah yang menyebabkan penis jadi bengkak.

Tidak hanya karena penis kotor, tapi penis yang dibersihkan terlalu berlebihan juga ternyata dapat menyebabkan penis bengkak. Contohnya, membersihkan penis dengan menggunakan sabun yang mengandung pengharum juga berisiko menyebabkan kulit penis mengalami iritasi. Hal itu pun juga bisa menyebabkan penis bengkak. Sementara membersihkan penis dengan sabun batangan dapat membuat kulit menjadi kering. Serta losion dan parfum yang dioles atau disemprotkan pada penis juga bisa membuat kulit penis meradang dan mengakibatkan penis bengkak.

Kondisi lainnya adalah reaksi alergi terhadap obat-obatan seperti obat tidur, obat antibiotik, obat pencahar, dan obat penghilang rasa sakit juga bisa menyebabkan kepala penis jadi meradang atau terkena balanitis.

Baca Juga : Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi

Penis bengkak karena penyakit balanitis juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya seperti akibat penyakit diabetes yang tidak terkontrol. Selain itu, perilaku seks yang tidak baik juga berisiko menyebabkan balanitis. Balanitis dapat terjadi pada pria yang terinfeksi penyakit menular seksual, seperti sipilis, gonorea, dan trikomoniasis. Oleh karena itu, jangan pernah berhubungan seksual di luar nikah, atau melakukan hubungan seksual melalui anus. Dan jika istri anda menderita penyakit menular seksual, maka gunakanlah pengaman (kondom) saat anda berhubungan seksual dengannya.

Segera Lakukan Pengobatan Pada Penis Anda yang Bengkak !

Penyakit balanitis yang menyebabkan penis bengkak umumnya akan terjadi selama beberapa hari, jika tidak melakukan penanganan yang cepat dan tepat, maka balanitis yang berlarut-larut dapat menimbulkan risiko komplikasi. Komplikasi balanitis yang dimaksud meliputi terbentuknya jaringan parut pada penis, penyempitan pada ujung bukaan saluran kemih, serta gangguan aliran darah pada penis.

Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya ! – Pengobatan balanitis tergantung penyebabnya. Cara-cara yang biasa digunakan untuk merawat penis yang terkena balanitis adalah :

  • Untuk menangani penyebab infeksi, anda akan diberikan pengobatan yang sesuai, seperti antibiotik untuk bakteri atau antijamur untuk infeksi jamur. Pemberian obat yang dapat mengurangi rasa gatal dan nyeri juga mungkin diberikan.
  • Anda akan disarankan untuk sunat, sehingga kulup tidak lagi menjadi tempat bersarangnya kotoran. Apalagi jika anda menderita balanitis secara berulang-ulang hingga menyebabkan kulup penis tidak bisa ditarik lagi untuk dibersihkan.
  • Jika balanitis yang diderita disebabkan oleh alergi atau iritasi, maka krim steroid dengan kadar ringan dapat menjadi solusinya. Meski demikian, anda harus cermat memerhatikan kemungkinan penis sudah mengalami infeksi. Jika ya, hindari memberikan krim streroid agar infeksi tidak semakin parah. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, agar penanganan infeksi efektif sesuai kebutuhan.
  • Disarankan untuk menghentikan penggunaan sabun dengan bahan pengharum, losion ataupun bedak tabur untuk menghindari peradangan. Cukup gunakan air bersih yang hangat untuk membersihkannya. Kemudian, selalu kenakan pakaian dalam yang bersih. Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah
  • Jika balanitis yang anda derita disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka sebaiknya bawalah istri anda untuk diperiksa juga, untuk menghindari ping-pong phenomenon yang menyebabkan anda dan pasangan saling menulari, sehingga menghambat penyembuhan.

Apakah Balanitis Dapat Dicegah?

Tentu saja balanitis bisa dicegah, sebelum anda mengalami pembengkakan pada penis karena peradangan ini. Berikut cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan :

  • Cuci tangan sebelum ke toilet. Tangan yang kotor atau terkontaminasi bahan kimia dapat mengiritasi kulit penis.
  • Bersihkan ujung penis setiap hari, terutama jika anda tidak disunat. Tarik kulup lalu bersihkan menggunakan air bersih dan sabun yang tidak mengandung pengharum.
  • Hindari mengenakan celana ketika penis masih basah. Karenanya, keringkan dengan benar bagian tersebut setelah buang air.
  • Hindari berganti-ganti pasangan dan gunakan kondom saat berhubungan seks, untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS).

Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya ! – Kondisi penis bengkak kerap dianggap tidak terlalu berbahaya, namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak mendapat penanganan yang baik. Lebih baik lakukanlah pencegahan, tapi jika sudah telanjur terjadi, rawatlah hingga sembuh. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dahulu pada dokter sebelum memberikan obat atau melakukan tindakan tertentu.

Baca Juga : Gangguan Ereksi Pada Pria, Mari Cari Tahu Penyebabnya


Penis Bengkak ? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya !

Anda bisa PESAN OTOMATIS via WhatsApp dengan meng-klik gambar di atas !

Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi

Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi

Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi

Kondom untuk pria dipilih untuk kontrasepsi karena praktis dan mudah didapat. Jika digunakan dengan benar, kondom dapat mencegah kehamilan dan melindungi terhadap penyakit menular seksual (penyakit menular seksual).

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Pada dasarnya, tujuannya adalah untuk mencegah kehamilan, menghentikan sperma memasuki vagina dan mencapai telur, yakni sebagai penghalang fisik.

Bagaimana Cara Memakainya?

Penggunaan kondom untuk pria jauh lebih mudah daripada kondom wanita. Selain itu, kondom pria juga perlu digunakan sesaat sebelum bercinta.

  • Karena kondom rentan terhadap barang tajam seperti perhiasan dan kuku, hati-hati membongkar kondom.
  • Dorong dengan jari telunjuk dan ibu jari untuk menghilangkan kemungkinan udara yang terjebak di ujung kondom.
  • Pakailah penis yang ereksi pada kondom. Jika Anda meninggalkan sekitar 1 cm di ujung kondom, Anda tidak memiliki wadah sperma.
  • Gulung keras, kondom berada dalam posisi berlawanan saat Anda segera menukarkan kondom baru.
  • Penis masih ejakulasi segera dan kemudian menghilangkan kondom yang sudah ada.
  • Untuk menghapusnya, tahan bagian bawah kondom di pangkal penis.
  • Tolong jangan tumpahkan sperma dengan perlahan melepaskannya.
  • Pembuangan kondom bekas di tong sampah.
  • Kondom Baru Silakan kenakan setiap kali Anda melanjutkan seks setelah ejakulasi.
  • Kondom harus digunakan dengan pelumas berbahan dasar air. Pelumas berbasis minyak atau prosedur vagina tertentu dapat mengurangi keefektifan kondom.

Jangan mengambil risiko menyentuh vagina sebelum kondom terhubung dengan benar. Juga, waspadalah terhadap kerusakan dan kebocoran penggunaan kondom. Hal ini dapat menyebabkan penularan kehamilan dan penyakit menular seksual. Silakan berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis Anda saat hal itu terjadi.

Kapan Kondom Dipakai?

Kondom harus menggunakan hubungan seksual atau kontak, setiap saat untuk tubuh orang lain, seperti saat menerima seks oral. Bila digunakan sebelum kontak seksual, lepaskan segera setelah ejakulasi.

Baca Juga : Gangguan Ereksi Pada Pria, Mari Cari Tahu Penyebabnya

Kondom pria memiliki tingkat kemanjuran 98 persen untuk mencegah kehamilan. Dengan hati-hati, Anda bisa lebih mengoptimalkan efeknya.

Mengenal Jenis-jenis Kondom

Kondom tersedia untuk berbagai bentuk, ukuran, bahan, dan karakteristik lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

  • Bahan baku

Secara khusus, bahan utama kondom lateks, plastik dan jenis membran hewan. Lateks dianggap paling efektif dalam mencegah penularan penyakit menular seksual. Di sisi lain, kondom dari hewan seperti film kulit kambing yang nyaman bagi mereka yang alergi terhadap lateks.

  • Ukuran

Ini terbuat dari ukuran kondom standar, dan ukuran ekstra besar seperlunya.

  • Ketebalan

Ada juga kondom dengan keamanan tinggi, atau juga ketebalan ekstra kondom tipis. Kondom digunakan untuk pria yang memiliki hubungan seksual yang tebal, umumnya anal, dan sering memiliki masalah kondom biasa. Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi.

  • Bentuk

Untuk menahan air mani, kebanyakan kondom memiliki ujung kerucut, tapi jangan berpisah.

  • Kandungan spermisida

Sudah mengandung spermisida pelumas yang terkandung pada kebanyakan kondom. Spermisida adalah obat yang bisa membunuh sel sperma. Ini bertujuan untuk memberi lebih banyak perlindungan pada kondom untuk mencegah kehamilan. Namun, spermisida dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual.

  • Rasa

Rasa tambahan dan kondom bebas pelumas adalah jenis yang tepat untuk seks oral. Kondom yang mengandung spermisida tidak dianjurkan untuk seks oral karena meninggalkan rasa tidak enak di lidah.

  • Warna

Ada berbagai warna kondom, Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan Anda.

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Hal-hal yang Mengganggu Efektivitas Kondom

Kondom yang terlalu tebal saat menggunakan lapisan tidak berisiko patah atau robek. : Beberapa alasan dapat menyebabkan hal ini, seperti berikut ini

  • Terkena panas

Dompet dan mobil bukan tempat yang cocok untuk diletakkan terutama kondom, dibuat lateks.

  • Kedaluwarsa

Hindari penggunaan kondom yang sudah lewat masa kedaluwarsanya.

  • Pelumas

Gunakan pelumas berbahan dasar air, terutama untuk kondom lateks. Kondom lateks sebaiknya tidak menggunakan pelumas berbasis minyak bumi seperti minyak bayi, petrolatum atau minyak lainnya. Bahan ini bisa merusak lateks.

  • Ukuran tidak pas

Untuk menghindari kondom, kenakan dengan ukuran yang pas terlalu sempit atau terlalu longgar untuk dipakai.

  • Melemahnya ereksi

Melemahkan dan menghilangkan kondom sesegera mungkin pada ereksi Anda.

Risiko Pemakaian Kondom

Meski kondom relatif aman, Anda tetap perlu waspada terhadap kemungkinan alergi pada kondom lateks.

Kejadian iritasi kulit pada penis merupakan salah satu tanda alergi yang terjadi. Mohon jangan remehkan. Jenis alergi ini bisa mengancam kehidupan jika tergolong keras.

Ini membuatnya relatif mudah, tapi tolong baca peraturan penggunaan kondom dalam kemasannya. Harap melindungi kehidupan kondom untuk mencegah produk kadaluarsa. Hindari kondom lateks jika Anda atau pasangan Anda berisiko terkena alergi. Silakan berkonsultasi dengan dokter atau spesialis Anda untuk pilihan kontrasepsi yang sesuai untuk Anda berdua. Mengenal Kondom Pria, Salah Satu Alat Kontrasepsi.

Baca Juga : Waspada, Remaja Pria Lebih Beresiko Mengidap Torsio Testis

Gangguan Ereksi Pada Pria, Mari Cari Tahu Penyebabnya

Gangguan Ereksi Pada Pria, Mari Cari Tahu Penyebabnya

Gangguan Ereksi Pada Pria, Mari Cari Tahu Penyebabnya

Ereksi merupakan proses biologis penis ketika mendapat rangsangan tertentu, dengan berubahnya bentuk penis. Ereksi terjadi ketika jaringan-jaringan pada penis terisi darah sehingga penuh. Ketika ereksi, ukuran penis akan berubah besar dan panjang. Kondisi tersebut sebenarnya berfungsi untuk membantu mempermudah penetrasi saat melakukan hubungan seksual. Ereksi akan berakhir jika sudah terjadi ejakulasi atau rangsangan seksualnya menurun. Selain itu, pada beberapa pria juga sering kali mengalami gangguan ereksi. Hal tersebut jelas menjadi masalah bagi para pria.

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Reaksi seorang pria yang mengalami masalah ereksi sering memalukan. Bahkan, enggan untuk berkonsultasi dengan profesional medis dari berbagai kondisi. hambatan dapat diatasi, tetapi penyebabnya tidak diketahui. Ada tiga kondisi yang dapat menjadi tanda disfungsi ereksi dengan ereksi yang begitu kaku bahwa Anda tidak dapat melakukan hubungan seksual, ereksi cukup lama, atau lebih sering terjadi ereksi.

Mencari tahu Asal Gangguan

Gairah seksual laki-laki memicu sebuah proses yang tidak sederhana. Proses ini melibatkan otak, saraf, otot, pembuluh darah, hormon dan emosi. Ketika hal ini memiliki masalah, masalah ereksi biasanya terjadi. Bahkan, ada kemungkinan penyebab dan kombinasi dari beberapa kondisi.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab disfungsi ereksi :

  • Pemicu Fisik

Masalah ereksi sering mengidentifikasi seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, arteri (aterosklerosis) dan gangguan tidur, obesitas diabetes, obesitas, sindrom metabolik, penyakit Peyronie (pengembangan jaringan parut di dalam penis) Dipicu oleh penyakit.

Beberapa kondisi lain juga diketahui menyebabkan disfungsi ereksi sering mempengaruhi perokok dan termasuk besi yang berlebihan pada gagal ginjal, sirosis, darah dan hemakromatosis, skleroderma, dan penyakit paru obstruktif kronik.

Juga, penyakit yang menyerang sistem saraf juga dapat mempengaruhi ereksi seperti epilepsi, stroke, multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson dan sindrom Guillain-Barre.

Tidak banyak disfungsi ereksi, sehingga ketidakseimbangan hormon tertentu. Kondisi tersebut termasuk hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), hipotiroidisme (tiroid kekurangan hormon) dan hipogonadisme menyebabkan penurunan kadar testosteron.

Baca Juga : Waspada, Remaja Pria Lebih Beresiko Mengidap Torsio Testis

  • Alasan Psikologis

Salah satu faktor penting adalah ereksi mental. Ereksi terjadi di kali, yang dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa kondisi psikologis, seperti stres, depresi, ketegangan, atau masalah hubungan mitra, karena gairah seksual.

Tingkat usia dan stres dapat ditentukan oleh orang yang mengalami masalah ereksi. Masih ada faktor psikologis seperti sindrom wormworm. Sindrom ini ditampilkan kepada orang-orang yang telah kehilangan istri mereka.

  • Faktor Obat-Obatan

Ini dapat membantu gejala-gejala penyakit, tetapi obat-obatan sering tidak menimbulkan efek lain seperti disfungsi ereksi. Jika Anda seperti menurunkan tekanan darah tinggi, Anda mungkin dapat menggunakan beberapa jenis antidepresan, antipsikotik, kanker prostat, antiulserasi, menurunkan kolesterol, memicu, atau obat-obatan terlarang kokain atau ganja Beberapa jenis.

  • Akibat Cedera

Hal ini diperlukan untuk saraf dan pembuluh darah dengan luka kembali sebagai bagian dari penis karena dapat menyebabkan masalah ereksi. Kerusakan di sekitar penis juga dapat menginduksi pembentukan jaringan parut dan posisi penis melengkung tidak normal karena ereksi.

Juga, kebiasaan tertentu yang bisa mengalahkan tersangka tersebut, seperti naik sepeda dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan disfungsi ereksi juga.

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

  • Efek Tindakan Operasi

Tergantung pada jenis operasi, Anda dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Otak adalah organ dengan koleksi saraf besar, sehingga satu operasi otak. Contoh lain adalah pengobatan bedah di kedua daerah, yang berpotensi tindakan yang dilakukan pada panggul atau tulang belakang, saraf berpotensi merusak dan pembuluh darah di sekitar penis.

Prosedur medis lain yang dapat menyebabkan ereksi adalah operasi terapi radiasi atau prosedur medis lainnya untuk prostat, usus besar dan kanker kandung kemih, dan reseksi bedah usus besar.

Langkah-Langkah Pengobatan

Masalah ereksi jangka panjang juga dapat mempersulit proses mendapatkan keturunan, dapat mempengaruhi kerusakan hubungan dengan mitra. Untuk memperbaiki, pengobatan akan dibutuhkan berdasarkan penyebab yang mendasari.

Dokter apa yang akan menemukan melalui pertanyaan pertama dan serangkaian tes. Jika Anda sudah tahu penyebabnya, pengobatan akan dimulai secara bertahap.

Ini dimulai dengan pengobatan minimal invasif seperti obat-obatan. Antara lain, mengubah obat-obatan, gangguan hormonal memberikan obat yang dapat menangani obat tertentu atau mengatasi kondisi fisik dengan menyebabkan masalah ereksi.

Juga, dokter juga merekomendasikan konsultasi dengan psikolog untuk stres atau depresi, misalnya, jika disfungsi ereksi dianggap bersifat psikologis.

Jika dokter merasa perlu, Anda akan disediakan dengan alat vakum mungkin atau bedah implan penis untuk digunakan.

Bila Anda atau pengalaman pasangan Anda jangan panik masalah ereksi. Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda secepat mungkin tentang kondisi tersebut. Bicara tidak hanya penyebabnya tetapi juga solusi optimal untuk mengatasinya. saling mendukung dapat menjadi bagian dari solusi untuk masalah ini.

Baca Juga : Varikokel, Salah Satu Penyebab Buah Zakar Bengkak

Waspada, Remaja Pria Lebih Beresiko Mengidap Torsio Testis

Waspada, Remaja Pria Lebih Beresiko Mengidap Torsio Testis

Waspada, Remaja Pria Lebih Beresiko Mengidap Torsio Testis

Torsi testis merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem reproduksi pria. Penyakit ini didefinisikan sebagai sebuah kondisi di mana testis terbelit oleh tali-tali yang berasal dari perut bagian bawah ke testis. Testis sendiri adalah bagian dari kelenjar reproduksi pria yang terletak pada skrotum atau kantung zakar.

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Testis letaknya menggantung yang terikat oleh tali-tali yang berasal dari perut bagian bawah. Tali pengikat tersebut juga mengandung pembuluh darah dan saraf ke testis serta ke saluran endokrin lain seperti saluran sperma. Ketika testis terbelik oleh tali-tali kristal, maka suplai darah ke dalam testis akan terpotong atau terhambat. Dan jika terus menerus terjadi, maka testis akan terluka dan bahkan mungkin akan menyebabkan nekrosis.

Torsio testis ini dapat terjadi secara tiba-tiba, tanpa alasan atau karena cedera. Dan penyakit torsio testis ini paling sering terjadi pada remaja pria, dan bahkan juga pada anak-anak. Meski pada pria dewasa pun juga beresiko menderita torsio testis juga.

Penyebab Torsio Testis

Penyebab torsio testis pada kebanyakan kasus adalah akibat kelainan bentuk bell clapper, yaitu kelainan anatomi yang memang ditemukan pada beberapa pria. Kondisi kelainan anatomi tersebut memang memungkinkan korda spermatika untuk memutar lebih mudah, yang akan berakibat pada suplai darah ke testis. Hal ini bisa secara spontan terjadi, atau mungkin juga karena adanya trauma. Kondisikelainan ini sulit terdeteksi, bahkan mungkin tidak ada cara untuk mendeteksinya. Sebagian besar pria yang memiliki kelainan anatomi ini akan memilikinya di kedua testis.

Baca Juga : Varikokel, Salah Satu Penyebab Buah Zakar Bengkak

Ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko menderita torsio testis, diantaranya :

  • Usia mencapai 12-16 tahun.
  • Memiliki orang tua atau keluarga yang menderita torsio testis.
  • Pernah menderita torsio testis sebelumnya.
  • Memiliki jaringan ikat yang lemah pada skrotum.
  • Mengalami cedera pada area daerah sekitar alat vital .

Gejala Torsio Testis

Seperti yang telah dikatakan dari awal, penyakit torsio testis ini paling sering terjadi pada remaja pria. Meskipun pada dasarnya segala usia pada pria bisa mengalaminya. Namun pada kebanyakan kasus memang torsio testis ini terjadi pada pria usia 12-16 tahun. Sedangkan pada kasus yang jarang terjadi, torsio testis juga bisa menimpa bayi laki-laki yang masih berada dalam kandungan.

Sementara itu, gejala dari penyakit torsio testis ini meliputi :

  • Pembengkakan dan nyeri yang parah pada skrotum atau kantung zakar.
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Posisi testis yang meninggi dan tidak normal.
  • Nyeri perut.
  • Hematospermia, yaitu sperma yang bercampur darah.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Muntah.

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Jika perputaran testis sering terjadi, maka aliran darah akan berisiko mengalami penyumbatan dan bisa mengakibatkan kerusakan organ.

Diagnosis Torsio Testis

Torsio testis bisa dikenali oleh dokter melalui pembengkakan yang terjadi pada kantung zakar atau skrotum. Selain itu, torsio testis juga terdeteksi oleh dokter dengan menguji refleks testis, dengan cara mencubit paha bagian dalam. Jika testis tidak berkontraksi, maka kemungkinan besar pasien memang menderita torsio testis.

Namun diagnosis torsio testis tersebut perlu diperkuat, dengan biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan salah satu metode pemeriksaan yang paling sering dilakukan dokter untuk mendiagnosis torsio testis adalah pemeriksaan USG, untuk melihat tingkat kelancaran aliran darah yang menuju ke testis. Selain pemeriksaan USG, dokter juga terkadang akan melakukan pemeriksaan urin, untuk melihat apakah ada infeksi atau tidak.

Baca Juga : Epididimitis, Peradangan Pada Saluran Sperma

Varikokel, Salah Satu Penyebab Buah Zakar Bengkak

Varikokel, Salah Satu Penyebab Buah Zakar Bengkak

Varikokel, Salah Satu Penyebab Buah Zakar Bengkak

Seperti yang telah disampaikan pada beberapa artikel sebelumnya kalau pembengkakan pada buah zakar disebabkan oleh beberapa faktor seperti penyakit. Dan salah satu penyakit yang menyebabkan buah zakar bengkak adalah penyakit varikokel. Mau tahu seperti apa penyakit varikokel itu? Simaklah ulasan selengkapnya berikut ini !

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Varikokel adalah pembengkakan atau pembesaran abnormal yang terjadi pada pembuluh darah vena, atau yang dikenal juga sebagai pleksus vena pampiniformis, yang ada di kantung zakar atau skrotum. Pembuluh darah vena tersebut memegang tanggung jawab dalam menyediakan testis. Pembuluh darah vena tersebut dapat membengkak jika terdapat tekanan vena atau katup yang rusak di dekat atau di dalam struktur tersebut.

Dan penyakit varikokel ini ditenggarai sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan kemandulan pada pria. Itu terjadi karena varikokel sendiri akan membuat produksi serta kualitas sperma jadi turun. Sementara jika terjadi pada pria yang lebih muda, maka yang menjadi perhatian utama tidak hanya kemandulan saja, melainkan kegagalan testis untuk berkembang secara normal.

Pembengkakan pembuluh darah vena pada penyakit varikokel berkembang secara bertahap menjadi benjolan lunak yang muncul di atas buah zakar, yang mana paling sering terjadi di sisi sebelah kiri dari kantung zakar. Ukuran dari benjolan varikokel ini bisa beragam. Ada yang bisa dilihat secara kasat mata dan ada juga yang hanya akan diketahui setelah diraba langsung dengan tangan.

Penyebab Varikokel

Penyakit varikokel pada umumnya bersifat jinak, tidak berbahaya dan juga berifat nonkanker. Penyakit varikokel juga menjadi salah satu masalah reproduksi yang memang sering dijumpai pada pria selama masa pubertas, yaitu pada usia antara 15 tahun sampai 25 tahun.

Baca Juga : Epididimitis, Peradangan Pada Saluran Sperma

Sementara itu, mengenai penyebab pasti penyakit varikokel ini hingga sekarang belum dapat diketahui. Hanya saja penyakit ini diduga terjadi akibat adanya kelainan pada pembuluh vena yang menyebabkan terjadinya penumpukan darah hingga menimbulkan pembengkakan pada kantung zakar.

Pembuluh vena memiliki sebuah katup pembuluh yang berfungsi untuk memastikan darah mengalir satu arah dan tidak kembali ke tempat semula. Ketika darah akan mengalir menuju jantung, maka katup akan terbuka sehingga darah bisa mengalir dengan lancar ke organ tersebut. Katup juga akan menutup jika aliran darah berjalan dengan lambat, sehingga bisa mencegah terjadinya aliran balik akibat gravitasi.

Nah, jika katup pembuluh tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka darah akan kembali mengalir balik dan mengendap di dalam pembuluh vena. Pembuluh vena tidak mampu mengelola jumlah cairan yang banyak. Sehingga ketika katup tidak berfungsi, pembuluh vena di kantung zakar akan teregang dan bengkak dan mengakibatkan Varikokel.

Gejala Varikokel

Pada umumnya penyakit varikokel ini tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga penyakit ini jarang terdeteksi dan disadari oleh pasiennya. Varikokel biasanya akan diketahui dengan tidak sengaja ketika melakukan pemeriksaan fisik rutin atau tes kesuburan. Namun meskipun begitu, pada sebagian kasus juga penyakit varikokel ini menimbulkan gejala sebagai tanda-tandanya. Beberapa penderita ada yang merasakan tidak nyaman bahkan rasa sakit pada kantung zakarnya. Gejala tersebut juga biasanya akan meningkat ketika penderita berdiri atau melakukan aktivitas fisik terlalu lama.

Baca : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Selain menimbulkan gejala berupa sakit pada kantung zakar, gejala penyakit varikokel juga dapat berupa pembesaran pada pembuluh vena yang bisa meningkat seiring waktu. Dan pembengkakan tersebut juga biasanya sering ditemukan pada sisi sebelah kiri dari kantung zakar. Hal itu dikarenakan rute pembuluh vena di sisi kiri berbeda dengan yang di sebelah kanan.

Jadi, ketika anda merasa ada pembengkakan dan benjolan pada kantung zakar, sebaiknya segeralah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Apalagi jika anda juga merasakan sakit pada kantung zakar, dan menyadari adanya perbedaan ukuran antara testis sebelah kanan dengan testis sebelah kiri.

Jangan pernah membiarkan keluhan tersebut, karena jika gejala tersebut dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, maka varikokel beresiko menyebabkan komplikasi, seperti :

  • Kerusakan dan penyusutan testis. Sebab, katup pembuluh vena yang rusak akan menyebabkan darah terkumpul dan tekanan di dalam pembuluh darah vena akan meningkat. Dan tekanan serta toksin yang dikandung darah vena tersebut diduga akan merusak dan menyusutkan testis.
  • Kemandulan. Karena penyakit varikokel ini dapat menurunkan kualitas sperma dan juga jumlah sperma pada pria yang menderitanya. Suhu yang terlalu tinggi di sekitar testis karena varikokel menjadi alasan yang memberi efek pada pembentukan sperma, jumlah sperma, pergerakan sperma, dan juga kualitas sperma.

Nah, oleh karena itu, penyakit varikokel ini perlu mendapatkan penanganan serius dan tepat jika anda mengalaminya. Sebab, jika anda membiarkannya, maka resiko komplikasi seperti yang telah dikatakan barusan akan menjadi tanggungan anda.

Baca Juga : Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Epididimitis, Peradangan Pada Saluran Sperma

Epididimitis, Peradangan Pada Saluran Sperma

Epididimitis, Peradangan Pada Saluran Sperma

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis (saluran sperma) terletak di belakang testis. Penyakit ini bisa menyerang pria dari segala usia, tetapi dalam banyak kasus itu mempengaruhi orang dari 19 sampai 35 tahun. Jika peradangan menyebar di testis, kondisi ini dikenal sebagai epididimitis testis.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Epididimis merupakan saluran melingkar-coil yang menghubungkan testis dan vas deferens. Ini adalah tabung vas deferens langsung di pintu keluar dengan penis pada saat ejakulasi, sementara tabung vas deferens. Epididimis berfungsi toko dan membawa sperma.

Pasangan dan hubungan seksual orang bergonta tidak aman untuk menginfeksi penyakit menular seksual (PMS). Bakteri yang menyebabkan penyakit menular seksual juga menyebabkan epididimitis. Faktor lain yang meningkatkan risiko epididimitis adalah sebagai berikut :

  • Hipertrofi prostat.
  • Pernah mengalami infeksi prostat atau infeksi saluran kemih.
  • Pernah melakukan prosedur medis yang mempengaruhi saluran kemih.
  • Seorang pria yang tidak disunat.
  • Tata letak kelainan anatomi saluran kemih.

Penyebab Epididimitis

Epididimitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang paling mungkin. Dalam kebanyakan kasus epididimitis, infeksi memulai kelenjar prostat dan kandung kemih dari uretra. Dalam banyak kasus, bakteri yang menyebabkan epididimitis pada anak-anak, orang tua dan homoseksual Escherichia coli dan seperti bakteri. Secara umum, beberapa penyebab epididimitis adalah sebagai berikut :

  • Infeksi saluran kemih. status infeksi bakteri dalam serangan bagian dari sistem urin.
  • Epididimitis kimia adalah suatu kondisi di mana urin mengalir kembali ke dalam epididimis karena tubuh sedang meregang terlalu banyak atau berat. Baca Juga : Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?
  • Mumps dan gondok.
  • Amiodarone, semacam obat jantung yang dapat menyebabkan peradangan epididimis.
  • Penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia biasanya aktif secara seksual dan menyebabkan epididimitis laki-laki.
  • Lainnya anak laki-laki yang aktif secara seksual dan penyakit menular lainnya pada pria. Baik infeksi prostat atau infeksi saluran kemih.
  • Kerusakan pangkal paha.
  • Penyakit Behcet.
  • TBC.

Gejala Epididimitis

Gejala dikatakan dirasakan oleh pasien. Beberapa gejala yang akan dirasakan jika Anda menderita epididimitis :

  • Skrotum bengkak, hangat, terasa sakit saat tersentuh, atau mendapat kemerahan.
  • Nyeri pada testis di satu sisi, biasanya. Anda juga dapat melukai testis bila disentuh.
  • Darah dalam air mani.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Buang air kecil, sering impuls untuk selalu merasa tidak lengkap.
  • Lecet di sekitar testis yang disebabkan oleh akumulasi cairan.
  • Ujung debit penis tidak normal dan berhubungan dengan penyakit menular seksual yang normal. Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah
  • Nyeri saat ejakulasi atau hubungan.
  • Ketidaknyamanan dan rasa sakit di sekitar perut bagian bawah dan pinggang.
  • Kelenjar getah pembesaran kelenjar di pangkal paha.
  • Demam juga sangat banyak, tetapi mungkin terjadi.

Jika tidak diperbaiki selama lebih dari 6 minggu atau kambuh, ini disebut epididimitis kronis. Gejala epididimitis kronis dapat ditampilkan secara bertahap. Nyeri di skrotum, cairan abnormal pada penis, atau nyeri Selama buang air kecil, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Diagnosis Epididimitis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi tertentu yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda pasien mengalami. Jika pasien diduga epididimitis, dokter melakukan pemeriksaan fisik. Secara khusus memeriksa kelenjar getah bening yang tumbuh dari daerah inguinal dan ekspansi testis di daerah yang terinfeksi. Juga, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis seperti pemeriksaan :

  • Sampel cairan. Sebuah kain kasar kecil tempat sedikit di ujung lubang penis untuk mengambil sampel cairan dari uretra untuk memastikan apakah ada bakteri yang menyebabkan infeksi menular seksual.
  • Darah dan urin. Sampel urin dan darah selanjutnya diperiksa di laboratorium.
  • Pemeriksaan dubur. Aku akan memeriksa masalah dengan kelenjar prostat.
  • Ultrasound. Ultrasound dapat memberikan sentuhan (twisted berputar) testis mereka pada snapshot. Doppler noda USG dapat digunakan untuk memeriksa apakah itu adalah di bawah normal atau di atas aliran darah testis.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Testis Retraktil

Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi, yaitu metode yang dilakukan dengan cara memotong saluran sperma, yang membawa sperma ke penis dari testis. Metode ini menyerupai sterilisasi, di mana sperma tidak akan keluar lagi bersama dengan air mani ketika pria mengalami ejakulasi.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Nah, sebagai salah satu metode kontrasepsi, vasektomi sangat jarang menjadi pilihan bagi kaum pria. Dan tidak hanya itu saja, metode vasektomi ini sering dianggap dapat menimbulkan efek samping yang buruk terhadap kemampuan seks pasiennya.

Bagi orang yang awam, metode kontrasepsi vasektomi memang  masih menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Terlebih, ada sebuah mitos yang menyatakan bahwa metode kontrasepsi vasektomi ini dapat mempengaruhi gairah seksual pada pasiennya.

Mitos tersebut sebenarnya tidak benar.  Setelah melakukan vasektomi, seorang pria masih tetap akan merasakan sensasi orgasme, ereksi bahkan ejakulasi.  Hanya saja memang setelah melakukan vasektomi tersebut, ada beberapa kasus yang mengalami rasa nyeri pada testis. Namun, masalah tersebut ternyata hanya bersifat sementara saja.

Beberapa hari setelah melakukan prosedur vasektomi, seorang pria masih bisa langsung berhubungan seksual dengan pasangannya. Dan vasektomi tidak akan mempengaruhi produksi hormon testosteron pada pria tersebut. Begitu juga air mani yang keluar pada saat terjadi ejakulasi setelah vasektomi, tidak banyak yang berbeda. Sebab, sperma hanyalah sebagian kecil dari air mani secara keseluruhan.

Sebagai salah satu metode kontrasepsi yang sifatnya permanen, vasektomi memiliki keunggulan lebih dibandingkan metode yang lainnya, karena prosedur ini aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Dan juga selain itu, metode kontrasepsi ini terbilang murah, karena hanya dilakukan satu kali saja seumur hidup. Namun, vasektomi tidak akan melindungi pria dari serangan infeksi menular seksual, sehingga perlu penggunaan alat kontrasepsi lain seperti kondom untuk mencegah infeksi menular seksual.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Testis Retraktil

Efektivitas Kontrasepsi Vasektomi

Efektivitas dari vasektomi sebagai alat kontrasepsi tergolong sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 99%. Hanya sekitar 0,1% sampai 0,4% saja yang masih membuat wanita mengalami kehamilan selama satu tahun pertama, setelah pasangannya melakukan metode vasektomi.

Namun yang perlu diingat adalah, metode vasektomi tidak akan langsung efektif dengan segera setelah melakukannya. Sebab, sesaat setelah vasektomi, air mani pria masih mengandung sperma. Jika ingin menghindari kehamilan, gunakanlah dulu alat kontrasepsi lain supaya aman.

Untuk mengosongkan sperma pada air mani secara total, perlu ejakulasi terlebih dahulu sekitar 15 kali sampai 20 kali, atau sekitar 3 bulan lamanya, agar sperma benar-benar kosong pada air mani. Bahkan untuk sebagian pria lainnya bisa sampai harus menunggu lebih lama lagi dari waktu tersebut. Dan untuk memastikan sperma benar-benar tidak ada lagi pada air mani, diperlukan tes untuk mengetahuinya.

Resiko Terjadinya Komplikasi

Meskipun jarang terjadi hal yang beresiko, namun ada beberapa resiko komplikasi dari vasektomi, yaitu antara lain adalah :

  • Hematoma, yaitu terjadinya pendarahan di bawah kulit yang bisa mengakibatkan pembengkakan yang terasa sakit.
  • Terkena infeksi yang bisa juga disertai dengan demam atau kemerahan pada kantung zakar (skrotum).
  • Testis terasa nyeri, yang mana nyerinya tidak segera menghilang, atau yang juga disebut postvasectomy pain syndrome.
  • Adanya benjolan pada skrotum, atau yang disebut granuloma, yaitu sperma yang keluar dari saluran sperma ke dalam jaringan.
  • Mengalami peradangan pada saluran sperma atau yang disebut epididimitis kongestif.
  • Kegagalan vasektomi. Kegagalan ini sebenarnya tergolong rendah, yaitu sekitar 11 dari 1.000 vasektomi pada dua tahun pertama.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Vasektomi

Sebelum memutuskan untuk melakukan metode kontrasepsi vasektomi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu, diantaranya :

  • Benar-benar memiliki niat untuk tidak punya anak atau menambah lagi jumlah anak. Karena, sifat dari metode vasektomi ini adalah permanen. Jadi, kalau ada keraguan sebaiknya tidak melakukannya.
  • Diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan mengenai metode vasektomi ini. Dan ingatlah bahwa untuk memutuskannya perlu keyakinan 100%, jangan sampai ragu. Supaya tidak ada penyesalan.
  • Jangan memutuskan untuk melakukan vasektomi sesaat setelah memiliki bayi ataupun setelah terpaksa menggugurkan janin pada pasangan anda.
  • Dokter biasanya akan meminta pria berusia kurang dari 30 tahun dan belum memiliki anak, untuk benar-benar mempertimbangkan kembali keputusannya melakukan prosedur vasektomi.

Jadi, tindakan vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen benar-benar harus dipikirkan dengan matang, yang juga sebaiknya disetujui oleh pasangannya itu sendiri. Supaya tidak ada penyesalan yang tidak ada artinya.

Baca Juga : Pria, Waspadalah Penyakit Ini Menyerang Buah Zakar

Mengenal Lebih Dekat Tentang Testis Retraktil

Mengenal Lebih Dekat Tentang Testis Retraktil

Mengenal Lebih Dekat Tentang Testis Retraktil

Mungkin anda belum mengenal istilah testis retraktil. Bahkan mendengar namanya saja mungkin baru sekali ini. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi pengetahuan mengenai testis retraktil, penyebab, gejala dan cara mengobatinya.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Testis retraktil adalah suatu kondisi di mana testis atau buah zakar bisa digerakan bebas bolak-balik dari kantung zakar atau skrotum (tempat yang seharusnya) ke pangkal paha. Kondisi jelas ketidaknormalan dan harus diperbaiki. Jika testis retraktil berada di selangkangan, testis bisa digerakkan dengan mudah oleh tangan ke kantung zakar atau skrotum, di mana posisi tersebut merupakan posisi yang seharusnya untuk testis.

Pada kebanyakan kasus yang terjadi, masalah testis retraktil terkadang akan hilang sebelum atau selama pasien dalam masa pubertas. Sementara pada sebagian kasus lainnya, testis retraktil masih tetap di pangkal paha dan tidak lagi bergerak turun ke tempat seharusnya berada (skrotum). Kondisi tersebut dinamakan testis menaik.

Testis retraktil disebabkan karena adanya otot yang terlalu aktif. Otot cremaster adalah otot yang ada di tempat adanya testis terletak. Ketika otot cremaster berkontraksi, maka testis akan tertarik ke atas ke arah tubuh. Tugas utama dari otot cremaster sebenarnya adalah untuk mengontrol suhu testis. Agar fungsi testis bisa berjalan normal dan pertumbuhannya pun tidak bermasalah. Karena suhu testis sangat mempengaruhi kondisi testis dan juga fungsi testis. Namun jika refleks otot cremaster cukup kuat, maka hal itu justru bisa membuat testis tertarik keluar dari tempatnya (skrotum) hingga ke pangkal paha, yang disebut dengan istilah testis retraktil.

Baca Juga : Pria, Waspadalah Penyakit Ini Menyerang Buah Zakar

Nah, sementara berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi testis retraktil, antara lain :

  • Kabel spermatika yang pendek.
  • Masalah pada jalur normal penurunan testis.
  • Jaringan bekas luka dari operasi hernia.

Sedangkan berikut ini adalah gejala yang biasanya timbul sebagai ciri-ciri testis retraktil, diantaranya :

  • Testis dapat dengan mudah dipindah-pindahkan oleh tangan dari skrotum ke pangkal paha.
  • Testis bisa berada di dalam skrotum secara spontan dan tetap ada untuk sementara waktu.
  • Testis juga bisa dengan tiba-tiba hilang lagi dari dalam skrotum untuk sementara waktu.

Ketika testis dengan sendirinya bergerak naik turun dari skrotum ke pangkal paha, biasanya tidak ada rasa sakit ataupun ketidaknyamanan. Sehingga testis retraktil ini hanya akan ketahuan jika kita tidak lagi melihat atau merasakannya dalam skrotum.

Baca Juga : Masalah Buah Zakar Yang Bisa Menyebabkan Infertilitas

Pria, Waspadalah Penyakit Ini Menyerang Buah Zakar

Pria, Waspadalah Penyakit Ini Menyerang Buah Zakar

Pria, Waspadalah Penyakit Ini Menyerang Buah Zakar

Buah zakar merupakan organ reproduksi terpenting bagi pria. Di buah zakar, proses pembentukan sel sperma dan pembentukan hormon testosteron diproduksi. Sehingga, kesehatan buah zakar amat perlu diperhatikan demi mencegah berbagai penyakit yang tak diinginkan.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Secara anatomi, buah zakar atau testis sangat rentan mengalami cedera. Ketika anda berjalan kaki jauh atau anda seorang atlet lari, maka anda berisiko tinggi mengalami ketegangan di selangkangan, trauma langsung atau luka lain yang dapat menyebabkan nyeri buah zakar. Nyeri buah zakar bisa terjadi karena berbagai alasan, beberapa diantaranya tidak dapat diidentifikasikan. Meski sebagian besar kasus nyeri buah zakar bukan masalah serius, namun itu tidak bisa dianggap sepele juga, karena terkadang nyeri buah zakar dapat menjadi berbahaya.

Oleh karena itu, para pria harus mengetahui beberapa masalah atau penyakit yang dapat terjadi pada buah zakar. Diantaranya :

#1. Kista Pada Kantung Zakar

Kista adalah tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Dan salah satu area yang dapat menjadi tempat pertumbuhan kista ternyata adalah kantung zakar atau biasa disebut skrotum. Kista ini bisa terjadi pada semua kalangan usia, namun paling sering terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Ketika kista masih berukuran kecil, dokter biasanya tidak menganjurkan untuk melakukan tindakan yang lebih serius seperti operasi, karena biasanya pertumbuhan kista tersebut dianggap tidak menajadi ancaman. Namun, beda lagi jika kista tersebut sudah berukuran besar hingga menimbulkan rasa sakit dan mengganggu, maka biasanya kista tersebut dianjurkan untuk diangkat dengan jalan operasi. Adanya kista biasanya dapat dideteksi dengan cara diraba. Akan teraba ada sebuah benjolan, terasa nyeri serta pembuluh vena terasa tegang saat disentuh.

Baca Juga : Masalah Buah Zakar Yang Bisa Menyebabkan Infertilitas

#2. Hidrokel

Istilah hidrokel berasal dari Yunani dan itu berarti kantung air. Penyakit ini berupa kondisi kantung zakar yang membengkak dan terasa nyeri akibat pengumpalan cairan di sekitar buah zakar. Hidrokel primer (alami) mulai terlihat sejak usia 2 tahun, sedangkan hidrokel sekunder sering dialami oleh pria usia diatas 40 tahun. Penyakit hidrokel ini merupakan masalah yang tidak bisa disepelekan, karena sangat mengganggu dengan rasa sakit yang cukup hebat. Dan hidrokel ini biasanya terjadi akibat adanya cedera, peradangan atau bisa juga karena sebuah infeksi. Salah satu gejalanya adalah kantung zakar yang membesar, sehingga buah zakar terasa berat. Dikarenakan sangat mengganggu dan menyakitkan, hidrokel biasanya akan sangat langsung ditangani dengan dikeluarkan cairannya.

#3. Orchitis

Orchitis adalah peradangan pada kedua sisi buah zakar, atau hanya satu sisi saja, sehingga membuat buah zakar jadi bengkak dan nyeri. Penyebab orchitis bisa karena bakteri, bisa juga karena virus. Yang mana jika orchitis disebabkan oleh virus, pengobatannya bisa menggunakan antibiotik. Sementara gejala orchitis sendiri biasanya berupa pembengkakan pada buah zakar, buah zakar terasa berat, demam, serta sekresi penis dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual, kencing atau saat ejakulasi. Jika sudah parah, orchitis bisa menyebabkan air mani jadi berdarah, atau disebut hematospermia.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

#4. Torsio Testis

Penyakit ini lebih sering terjadi dan dialami oleh anak-anak atau remaja, meskipun pada pria dewasa juga bisa terjadi. Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus (selaput yang membungkus buah zakar). Akibatnya buah zakar mudah melintir atau berputar, sehingga akan menghentikan aliran darah ke buah zakar.

Untuk mengobati torsio testis, dokter harus mengembalikan buah zakar ke posisi asal agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah lagi. Dan jika tidak mendapatkan penangan segera, maka bisa berakibat fatal yang membuat buah zakar jadi rusak, sehingga buah zakar harus diangkat. Mengenai penyebabnya, bisa karena perubahan suhu udara mendadak, latihan yang berlebihan, atau celana yang terlalu ketat.

Baca Juga : Tanda-Tanda Adanya Kanker Pada Buah Zakar