Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Apa Benar Vasektomi Sebabkan Gangguan Seks?

Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi, yaitu metode yang dilakukan dengan cara memotong saluran sperma, yang membawa sperma ke penis dari testis. Metode ini menyerupai sterilisasi, di mana sperma tidak akan keluar lagi bersama dengan air mani ketika pria mengalami ejakulasi.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Nah, sebagai salah satu metode kontrasepsi, vasektomi sangat jarang menjadi pilihan bagi kaum pria. Dan tidak hanya itu saja, metode vasektomi ini sering dianggap dapat menimbulkan efek samping yang buruk terhadap kemampuan seks pasiennya.

Bagi orang yang awam, metode kontrasepsi vasektomi memang  masih menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Terlebih, ada sebuah mitos yang menyatakan bahwa metode kontrasepsi vasektomi ini dapat mempengaruhi gairah seksual pada pasiennya.

Mitos tersebut sebenarnya tidak benar.  Setelah melakukan vasektomi, seorang pria masih tetap akan merasakan sensasi orgasme, ereksi bahkan ejakulasi.  Hanya saja memang setelah melakukan vasektomi tersebut, ada beberapa kasus yang mengalami rasa nyeri pada testis. Namun, masalah tersebut ternyata hanya bersifat sementara saja.

Beberapa hari setelah melakukan prosedur vasektomi, seorang pria masih bisa langsung berhubungan seksual dengan pasangannya. Dan vasektomi tidak akan mempengaruhi produksi hormon testosteron pada pria tersebut. Begitu juga air mani yang keluar pada saat terjadi ejakulasi setelah vasektomi, tidak banyak yang berbeda. Sebab, sperma hanyalah sebagian kecil dari air mani secara keseluruhan.

Sebagai salah satu metode kontrasepsi yang sifatnya permanen, vasektomi memiliki keunggulan lebih dibandingkan metode yang lainnya, karena prosedur ini aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Dan juga selain itu, metode kontrasepsi ini terbilang murah, karena hanya dilakukan satu kali saja seumur hidup. Namun, vasektomi tidak akan melindungi pria dari serangan infeksi menular seksual, sehingga perlu penggunaan alat kontrasepsi lain seperti kondom untuk mencegah infeksi menular seksual.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Testis Retraktil

Efektivitas Kontrasepsi Vasektomi

Efektivitas dari vasektomi sebagai alat kontrasepsi tergolong sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 99%. Hanya sekitar 0,1% sampai 0,4% saja yang masih membuat wanita mengalami kehamilan selama satu tahun pertama, setelah pasangannya melakukan metode vasektomi.

Namun yang perlu diingat adalah, metode vasektomi tidak akan langsung efektif dengan segera setelah melakukannya. Sebab, sesaat setelah vasektomi, air mani pria masih mengandung sperma. Jika ingin menghindari kehamilan, gunakanlah dulu alat kontrasepsi lain supaya aman.

Untuk mengosongkan sperma pada air mani secara total, perlu ejakulasi terlebih dahulu sekitar 15 kali sampai 20 kali, atau sekitar 3 bulan lamanya, agar sperma benar-benar kosong pada air mani. Bahkan untuk sebagian pria lainnya bisa sampai harus menunggu lebih lama lagi dari waktu tersebut. Dan untuk memastikan sperma benar-benar tidak ada lagi pada air mani, diperlukan tes untuk mengetahuinya.

Resiko Terjadinya Komplikasi

Meskipun jarang terjadi hal yang beresiko, namun ada beberapa resiko komplikasi dari vasektomi, yaitu antara lain adalah :

  • Hematoma, yaitu terjadinya pendarahan di bawah kulit yang bisa mengakibatkan pembengkakan yang terasa sakit.
  • Terkena infeksi yang bisa juga disertai dengan demam atau kemerahan pada kantung zakar (skrotum).
  • Testis terasa nyeri, yang mana nyerinya tidak segera menghilang, atau yang juga disebut postvasectomy pain syndrome.
  • Adanya benjolan pada skrotum, atau yang disebut granuloma, yaitu sperma yang keluar dari saluran sperma ke dalam jaringan.
  • Mengalami peradangan pada saluran sperma atau yang disebut epididimitis kongestif.
  • Kegagalan vasektomi. Kegagalan ini sebenarnya tergolong rendah, yaitu sekitar 11 dari 1.000 vasektomi pada dua tahun pertama.

Baca Juga : Obat Herbal Zakar Bengkak Sebelah

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Vasektomi

Sebelum memutuskan untuk melakukan metode kontrasepsi vasektomi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu, diantaranya :

  • Benar-benar memiliki niat untuk tidak punya anak atau menambah lagi jumlah anak. Karena, sifat dari metode vasektomi ini adalah permanen. Jadi, kalau ada keraguan sebaiknya tidak melakukannya.
  • Diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan mengenai metode vasektomi ini. Dan ingatlah bahwa untuk memutuskannya perlu keyakinan 100%, jangan sampai ragu. Supaya tidak ada penyesalan.
  • Jangan memutuskan untuk melakukan vasektomi sesaat setelah memiliki bayi ataupun setelah terpaksa menggugurkan janin pada pasangan anda.
  • Dokter biasanya akan meminta pria berusia kurang dari 30 tahun dan belum memiliki anak, untuk benar-benar mempertimbangkan kembali keputusannya melakukan prosedur vasektomi.

Jadi, tindakan vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen benar-benar harus dipikirkan dengan matang, yang juga sebaiknya disetujui oleh pasangannya itu sendiri. Supaya tidak ada penyesalan yang tidak ada artinya.

Baca Juga : Pria, Waspadalah Penyakit Ini Menyerang Buah Zakar

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *